Pemkab Sumba Timur Dukung Penuh GERMAS SAPA 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Pangan Aman dari Tau Humba Hingga Sekolah

28-04-2026 Umum Dilihat 121 kali

BPOM Sumba Timur dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan keamanan pangan. Langkah ini ditandai dengan pembukaan Advokasi Program Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) Tahun 2026 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, di Aula Kantor Loka POM di Kabupaten Sumba Timur, Senin (27/04/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi. Program tersebut diimplementasikan melalui Kab/Kota Pangan Aman, Gerakan Keamanan Pangan Desa/Kelurahan (GKPD), Pasar Pangan Aman Berbasis Komunita (PPABK), dan Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Loka POM di Kabupaten Sumba Timur, Sekda Kabupaten Sumba Timur, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Sumba Timur sebagai Pemateri 1, Kepala Perangkat Daerah terkait, Lurah Kabupaten Kambajawa, Kepala Sekolah SMAN 3 Waingapu, serta Pengurus Pasar Kambajawa.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur juga menandatangani kesepakatan bersama dengan BPOM. Penandatanganan ini turut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem keamanan pangan di Kabupaten Sumba Timur.

Dalam arahannya, Seda Kabupaten Sumba Timur menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekolah.

“Pangan aman bukan pilihan, melainkan keharusan. Kelalaian hari ini dapat berdampak besar di masa depan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BPOM, dan seluruh pemangku kepentingan agar edukasi serta pengawasan pangan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Menurutnya, kualitas generasi yang sehat akan berdampak langsung pada percepatan pembangunan daerah.

Plt Asisten I, Umbu Maramba juga menginstruksikan seluruh pihak terkait, mulai dari satuan masyarakat, sekolah, hingga pengelola pasar untuk melaksanakan program ini, secara serius dan berkelanjutan.

“Wilayah yang menjadi lokus, harus mampu menjadi percontohan dan membawa nama baik Sumba Timur di tingkat Nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Loka POM di Kabupaten Sumba Timur Bernardus menegaskan bahwa keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor, agar pangan yang beredar benar-benar aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kenapa kita harus menekankan keamanan pangan? Karena kita harus memastikan, setiap pangan yang dikonsumsi masyarakat itu aman. Untuk itu, perlu sinergi antar stakeholder dan komitmen bersama dari seluruh pihak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penguatan keamanan pangan difokuskan pada tiga titik strategis, yaitu pasar, sekolah dan Tau Humba. Di pasar, perlu dipastikan makanan yang dijual aman; di sekolah, perlu pembudayaan konsumsi pangan sehat; dan di Tau Humba, diperlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga mutu pangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan semakin meningkat. Selain itu, masyarakat juga diharapkan semakin mampu memilih, mengelola, dan mengawasi pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

Dengan komitmen lintas sektor yang terus diperkuat, Batam ditargetkan menjadi daerah dengan budaya keamanan pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Loka POM di Kabupaten Sumba Timur

Sarana