Loka POM di Kabupaten Sumba Timur melanjutkan kegiatan intensifikasi pengawasan (Inwas) pangan olahan dengan menyasar Kecamatan Kota Waingapu melalui Operasi Gabungan (Opgab) bersama pemerintah daerah setempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis–Jumat, 11–12 Desember 2025, setelah sebelumnya tahap pertama dilaksanakan di Kecamatan Umalulu dan Pandawai serta tahap kedua di Kecamatan Kota Waikabubak dan Kelurahan Waitabula.
Operasi gabungan ini melibatkan lintas sektor, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur, Dinas Kesehatan, Polres Sumba Timur, Dinas Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Satpol PP, Bagian Hukum Setda Sumba Timur, Camat Kambera, serta Kwartir SAKA POM Cabang Pramuka Sumba Timur. Keterlibatan SAKA POM menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan di lapangan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam edukasi keamanan pangan kepada masyarakat.
Pengawasan tidak hanya dilakukan pada sarana ritel tradisional dan modern, tetapi juga menyasar gudang distribusi pangan olahan di wilayah Waingapu, termasuk pangan olahan yang digunakan dalam parcel Natal. “Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel parcel yang diperiksa dalam kondisi aman dan tidak ditemukan produk rusak,” ujar Frida Rade Koreh, petugas Loka POM di Kabupaten Sumba Timur. Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa produk pangan olahan rusak dan kedaluwarsa yang dijual di sejumlah toko. “Terhadap temuan tersebut, kami meminta pemilik sarana untuk melakukan pemusnahan atau pengembalian produk kepada distributor,” tambahnya.
Selain pangan olahan, petugas juga menemukan peredaran obat keras di luar sarana resmi. “Kami menemukan beberapa antibiotik, terutama amoxicillin, yang dijual di toko-toko wilayah Waingapu. Karena antibiotik merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter, maka hanya boleh diedarkan melalui apotek. Obat-obat tersebut langsung kami amankan,” jelas Triana Maulidyah, petugas Loka POM di Kabupaten Sumba Timur.
Melalui kegiatan operasi gabungan ini, Loka POM di Kabupaten Sumba Timur bersama pemerintah daerah dan SAKA POM berkomitmen memastikan keamanan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru, sekaligus mencegah risiko resistensi antibiotik akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Masyarakat diimbau untuk selalu menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan Cek KLIK—Kedaluwarsa, Label, Izin Edar, dan Kemasan—terutama Cek Kedaluwarsa sebelum membeli. Sinergi antara pemerintah, Pramuka, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga keamanan pangan dan obat di wilayah Sumba Timur secara berkelanjutan.
Loka POM di Kab. Sumba Timur