Waingapu – Loka POM di Kabupaten Sumba Timur melaksanakan advokasi keamanan pangan yang bertempat di Aula Patuala Ratu, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (26/6/2024). Kegiatan advokasi ini dalam rangka keikutsertaan UPT BPOM pada Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) tahun 2024. Selain itu, advokasi ini merupakan aksi perubahan layanan publik Loka POM di Kabupaten Sumba Timur untuk mengedukasi keamanan pangan dalam rangka mencegah stunting.
Aksi perubahan yang dilaksanakan Loka POM di Kabupaten Sumba Timur yaitu edukasi keamanan pangan cegah stunting di Kabupaten Sumba Timur melalui Kolaborasi Penyebaran Informasi Pangan Aman (KASIPAMAN).
Kegiatan ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari 22 orang camat, 6 orang kepala desa, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Sumba Timur. OPD yang turut berpartisipasi yaitu dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.
Sambutan dan pembukaan oleh Bupati Sumba Timur diwakili Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Dominggus Hinna Kondanamu. Dominggus berharap inovasi KASIPAMAN yang dilakukan oleh Loka POM di Kabupaten Sumba Timur dapat menjadi motivasi bagi terlaksananya pencegahan stunting di Sumba Timur lewat kolaborasi dan koordinasi dengan OPD pengampu stunting serta camat dan kepala desa.
Sambutan oleh Plt. Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Ema Setyawati yang diwakili Kepala Balai POM di Kupang Yoseph Nahak. Yoseph menyampaikan dengan adanya kegiatan KASIPAMAN semoga dapat mendukung percepatan penurunan stunting.
“Keamanan pangan merupakan tanggungjawab kita bersama sehingga kolaborasi program di antara perangkat daerah terkait sangat penting,” harapnya.
Bernardus Beda Moron, selaku Kepala Loka POM di Kabupaten Sumba Timur, menggagas aksi perubahan KASIPAMAN dalam upaya mencegah stunting di Kabupaten Sumba Timur. “KASIPAMAN hadir sebagai wujud komitmen kami untuk memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tepat mengenai pentingnya pangan yang aman dan sehat,” tegas Bernard.
Kegiatan ini menyertakan penyampaian beberapa materi yaitu peran keluarga berencana dalam upaya pencegahan stunting oleh DP3AP2KB, peran ahli gizi dalam pemberian PMT oleh Dinas Kesehatan, dan koordinasi lintas sektor sesuai peraturan perundang – undangan serta dukungan anggaran untuk Pemerintah Daerah dalam pencegahan stunting oleh Bappeda.
Pada akhir kegiatan, dilakukan penandatangan komitmen dari Bupati Sumba Timur dan para stakeholder guna mendukung kegiatan ini diwilayah kerja masing-masing. Harapannya, agar aksi perubahan ini memiliki unsur kebaharuan, dapat diterapkan dan berkelanjutan serta dapat direplikasi.
Loka POM di Kabupaten Sumba Timur